URAIAN PROSEDUR DAN MEKANISME
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Untuk versi offline, Anda dapat mendownload versi Word pengumuman ini: Download juklak PPDB. Bagi Anda yang ingin mendaftar melalui jalur KTM/Yatim/PTK, Download Surat Pernyataan Mutlak KTM.

1. Jalur Apresiasi Siswa Berprestasi

Persyaratan

  1. Memiliki sertifikat atau piagam penghargaan yang diperoleh dari kejuaraan/kegiatan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas / Kementerian / Badan / Lembaga / Institusi Pemerintah yang dilaksanakan secara berjenjang.
  2. Memiliki sertifikat atau piagam penghargaan yang diperoleh dari kegiatan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas / Kementerian / Badan / Lembaga / Institusi Pemerintah seperti Gerakan Pramuka, Gerakan Literasi Sekolah, dan sejenisnya.
  3. Sertifikat / piagam penghargaan yang diperoleh antara tahun pelajaran
    2015/2016, tahun pelajaran 2016/2017, dan tahun pelajaran 2017/2018.
  4. Sertifikat / piagam penghargaan yang diperoleh secara perorangan:
    > Tingkat Internasional untuk juara 1 sampai juara harapan 3;
    > Tingkat Nasional untuk juara 1 sampai juara harapan 2;
    > Tingkat Propinsi untuk juara 1 sampai juara harapan 1;
    > Tingkat Kabupaten/Kota untuk juara 1 sampai juara 3;
    > Tingkat Kecamatan untuk juara 1
  5. Sertifikat/piagam penghargaan yang diperoleh secara beregu :
    1) Tingkat Internasional untuk Juara 1 sampai Harapan 1;
    2) Tingkat Nasional untuk juara 1 sampai juara 3
    3) Tingkat Propinsi untuk juara 1 sampai juara 2;
    4) Tingkat Kabupaten/Kota untuk juara 1.

Mekanisme Seleksi

  1. Menyerahkan Piagam/Sertifikat asli;
  2. Proses seleksi dilakukan dengan memberi skor terhadap piagam / sertifikat yang dimiliki calon peserta didik;
  3. Pemeringkatan berdasarkan perolehan skor tertinggi ke terendah;
  4. Sekolah melaksanakan tes potensi sesuai dengan sertifikat/piagam yang dimiliki calon peserta didik;
  5. Sekolah menetapkan calon peserta didik yang diterima.

Kuota

Kuota untuk jalur Apresiasi Siswa Prestasi / bakat istimewa, paling banyak 10% (sepuluh persen) dari jumlah daya tampung yang direncanakan sekolah.

2. Jalur Afirmasi KTM/Yatim/PTK

Persyaratan

  1. Keluarga Tidak Mampu secara ekonomi/yatim piatu/yatim :
    > Tempat tinggal calon peserta didik tidak terlalu jauh dari sekolah;
    > Memperlihatkan Kartu Keluarga Asli dan menyerahkan salinan;
    > Menyerahkan Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir;
    > Menyerahkan Surat Keterangan Kematian Orang Tua dari desa/kelurahan
    bagi anak yatim, bagi siswa Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) / Program Keluarga Harapan (PKH) asli dan menyerahkan salinan yang dilegalisasi Kepala Desa/Lurah, dan siswa miskin menyerahkan SKTM asli;
    > Menyerahkan Surat Keterangan Tanggungjawab Mutlak Pejabat yang
    menerbitkan surat keterangan atau Menyerahkan Surat Keterangan
    Tanggungjawab Mutlak Orangtua/wali (Format disediakan fihak sekolah).
  2. Anak kandung dan/atau anak angkat pendidik/tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bersangkutan melampirkan :
    > Kartu keluarga asli dan salinan;
    > Akta kelahiran asli dan salinan;
    > Surat keterangan adopsi asli untuk anak angkat;
    > Sudah bertugas sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun berturut-turut bagi
    pendidik/tenaga kependidikan non-PNS;

Mekanisme Seleksi

  1. Menyerahkan dokumen persyaratan;
  2. Memverifikasi dokumen persyaratan;
  3. Melaksanakan kunjungan rumah oleh panitia sekolah bagi peserta jalur afirmasi keluarga tidak mampu/yatim;
  4. Sekolah menetapkan calon peserta didik yang diterima. 

Kuota

Kuota untuk jalur afirmasi, paling banyak 20% (dua puluh persen) dari jumlah daya tampung yang direncanakan sekolah. Bila tidak terpenuhi, kuota kelebihan dialihkan ke Jalur Zona Murni.

3. Jalur Zona Murni

Persyaratan

  1. Fotocopy Ijazah dilegalisir kepala sekolah asal 2 lembar atau jika belum terbit menggunakan Surat Keterangan Lulus Asli dari sekolah asal. Khusus Ijazah Paket A wajib melampirkan keterangan validasi dari Dinas Pendidikan;
  2. Tempat tinggal berada pada radius 750 m dari sekolah yang dituju, kecuali di daerah tidak padat penduduk, Kepala Sekolah dapat memperluas radius lebih dari 750 m;
  3. Kartu Keluarga Asli dan 1 (satu) lembar fotocopy;
  4. Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 16 Juli 2018 dibuktikan dengan Akte
    Kelahiran/Surat Kenal lahir;
  5. Menyerahkan Daftar Kolektif Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional
    (DKHUSBN) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  6. Calon peserta didik lulusan sebelum tahun pelajaran 2017/2018 harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Sedang Bersekolah (SKTSB) dari desa/kelurahan setempat dan memperoleh hak yang sama dengan lulusan tahun pelajaran 2017/2018.
  7. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan sekolah.

Mekanisme

  1. Proses seleksi dilaksanakan berdasarkan jarak terdekat dengan sekolah yang dituju, disusun berurut-turut mulai jarak terdekat hingga ke batas akhir radius sampai terpenuhinya daya tampung yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan;
  2. Apabila pada batas akhir (passing grade) terdapat jarak sama, maka jumlah nilai USBN yang terbesar yang diterima, apa bila masih sama, maka urutan nilai Bahasa Indonesia menjadi prioritas dan selanjutnya nilai matematika, dan terakhir IPA. Apabila masih sama, maka batas akhir (passing grade) ditetapkan berdasarkan jumlah peserta didik maksimal;
  3. Pada sekolah tertentu dilaksanakan melalui sistem daring (dalam jaringan) internal masing-masing sekolah.( daftar terlampir).

Kuota

Kuota Jalur Zona Murni minimal sebesar 30% (tiga puluh persen) dari jumlah daya tampung yang direncanakan sekolah.

4. Jalur Nilai Hasil Ujian

Mekanisme

  1. Fotocopy Ijazah dilegalisir kepala sekolah asal 2 lembar atau jika belum terbit menggunakan Surat Keterangan Lulus Asli dari sekolah asal. Khusus Ijazah Paket A wajib melampirkan keterangan validasi dari Dinas Pendidikan;
  2. Kartu Keluarga Asli dan 1 (satu) lembar fotocopy;
  3. Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 16 Juli 2018 dibuktikan dengan Akte
    Kelahiran/Surat Kenal lahir;
  4. Menyerahkan SHUSBN Asli, bila belum terbit, ganti dengan Fotocopy Daftar Kolektif Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (DKHUSBN) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  5. Calon peserta didik lulusan sebelum tahun pelajaran 2017/2018 harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Sedang Bersekolah (SKTSB) dari desa/kelurahan setempat dan memperoleh hak yang sama dengan lulusan tahun pelajaran 2017/2018.
  6. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan sekolah.

Mekanisme

  1. Proses seleksi berdasarkan jumlah nilai hasil usbn (bhs Indonesia, matematika dan ipa), disusun berurut mulai jumlah tertinggi ke terendah sampai terpenuhinya daya tampung yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan;
  2. Apabila pada batas akhir (passing grade) jumlah nilai sama, maka urutan nilai Bahasa Indonesia menjadi prioritas dan selanjutnya nilai matematika, dan terakhir IPA. Apabila masih sama, maka batas akhir (passing grade) ditetapkan berdasarkan jumlah peserta didik maksimal;
  3. Pada sekolah tertentu dilaksanakan melalui sistem on-line internal masing-masing sekolah.

Kuota

Kuota Jalur Nilai Hasil Ujian maksimal sebesar 30% (tiga puluh persen) dari jumlah daya tampung yang direncanakan sekolah.

5. Jalur Luar Kabupaten Bogor

Persyaratan

  1. Fotocopy Ijazah dilegalisir kepala sekolah asal 2 lembar atau jika belum terbit menggunakan Surat Keterangan Lulus Asli dari sekolah asal. Khusus Ijazah Paket A wajib melampirkan keterangan validasi dari Dinas Pendidikan;
  2. Kartu Keluarga Asli dan 1 (satu) lembar fotokopi;
  3. Berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 16 Juli 2018 dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Kenal lahir;
  4. Menyerahkan SHUSBN Asli, bila belum terbit, ganti dengan Fotocopy Daftar Kolektif Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (DKHUSBN) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  5. Calon peserta didik lulusan sebelum tahun pelajaran 2017/2018 harus melampirkan Surat Keterangan Tidak Sedang Bersekolah (SKTSB) dari desa/kelurahan setempat dan memperoleh hak yang sama dengan lulusan tahun pelajaran 2017/2018.
  6. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan sekolah.

Mekanisme

  1. Proses seleksi berdasarkan jumlah nilai hasil usbn (bhs Indonesia, matematika
    dan ipa), disusun berurut mulai jumlah tertinggi ke terendah sampai terpenuhinya daya tampung yang telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan;
  2. Apabila pada batas akhir (passing grade) jumlah nilai sama, maka jarak terdekat menjadi prioritas utama, bila jarak masih sama, maka urutan nilai Bahasa Indonesia menjadi prioritas dan selanjutnya nilai matematika, dan terakhir IPA. Apabila masih sama, maka batas akhir (passing grade) ditetapkan berdasarkan jumlah peserta didik maksimal;

Kuota

Kuota Jalur Luar Kabupaten sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah daya tampung yang direncanakan sekolah, kecuali di daerah perbatasan, Kepala Sekolah dapat mengajukan kuota lebih dari 10% (sepuluh persen).

 

JADWAL KEGIATAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
KABUPATEN BOGOR